Parktik Baik: PRESISI (Presentasi Interaktif Solusi Inovatif Siswa Aktif)


PRESISI (Presentasi Interaktif Solusi Inovatif Siswa Aktif)
Pendahuluan
Dalam era digital ini, pendidikan menghadapi tantangan untuk terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa. Metode pembelajaran konvensional yang berpusat pada guru dan penggunaan media yang kurang interaktif seringkali tidak mampu memotivasi siswa secara optimal. Akibatnya hasil belajar yang diharapkan tidak tercapai secara maksimal. Pembelajaran yang efektif seharusnya mampu melibatkan siswa secara aktif, mendorong kreativitas, dan memberikan pengalaman belajar yang bermakna.
Sebelum penerapan praktik baik PRESISI, kegiatan pembelajaran telah dilakukan dengan menggunakan media PowerPoint, video, dan diskusi kelompok. Namun, metode ini belum menunjukkan hasil yang memuaskan dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Siswa cenderung pasif dan hanya fokus pada media PowerPoint dan video, tanpa adanya keterlibatan langsung dalam proses pembelajaran. Hal ini mengakibatkan kurangnya pemahaman konsep dan kemampuan berpikir kritis siswa.
Menyadari adanya permasalahan tersebut, diperlukan sebuah solusi inovatif yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Oleh karena itu, praktik baik ini memperkenalkan PRESISI (Presentasi Interaktif Solusi Inovatif Siswa Aktif), yaitu kegiatan pembelajaran yang menggunakan presentasi interaktif dari Wayground. Presentasi interaktif ini dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran, mendorong kolaborasi, dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Praktik baik PRESISI bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar siswa melalui penggunaan presentasi interaktif yang inovatif. Diharapkan, dengan adanya keterlibatan aktif siswa dalam proses pembelajaran, pemahaman konsep akan meningkat, kemampuan berpikir kritis akan berkembang, dan hasil belajar akan mencapai hasil yang optimal. Selain itu, praktik baik ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi guru lain untuk mengembangkan metode pembelajaran yang lebih inovatif dan efektif. Sejalan dengan konsep pembelajaran mendalam (deep learning) menekankan keterlibatan aktif siswa untuk membangun pemahaman menyeluruh, bukan sekadar menghafal, melalui proses yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan kompetensi global seperti berpikir kritis, kreativitas, dan kolaborasi, serta mempersiapkan siswa sebagai agen perubahan yang mampu mengatasi tantangan nyata di masyarakat.
- SITUASI SD NEGERI 1 KESIUT
SD Negeri 1 Kesiut yang terletak di Kecamatan Kerambitan Kabupaten Tabanan merupakan sekolah dasar satu-satunya di Desa Kesiut dan didukung oleh 5 Dusun. Dengan Jumlah siswa sebanyak 110 orang dan tenaga pendidik sebanyak 9 orang. Sarana dan Prasarana berupa gedung kelas, ruang guru, perpustakaan tersedia dengan sangat layak, serta sarana prasarana pendukung pembelajaran juga tersedia dengan baik, salah satunya adalah batuan 15 buah chromebook pada tahun 2021 yang masih terjaga baik sampai saat ini.
Di SD N 1 Kesiut saya diberikan tugas menjadi guru kelas 5. Sebagai guru kelas saya memiliki tanggung jawab untuk memfasilitasi kegiatan belajar peserta didik pada semua mata pelajaran selain Pendidikan Jasmani dan Agama. Dalam mendampingi serta memfasilitasi pembelajaran tentu saja terdapat berbagai kendala yang dihadapi terutama saat melaksanakan kegiatan pembelajaran di kelas. Sebagai guru kelas kita akan berhadapan dengan siswa yang sama setiap hari, dengan demikian kita tentu saja akan dapat melihat profil belajar siswa tersebut. Dari 24 siswa kelas 5 saat ini, terlihat bahwa mereka memiliki gaya belajar visual, kinestetik serta sangat melek teknologi. Berdasarkan hal tersebut, saya melengkapai kegiatan pembelajaran dengan media ajar seperti power point, video, serta LKPD.
Sebelum penerapan PRESISI, pembelajaran di SD Negeri 1 Kesiut telah dilengkapi dengan media ajar seperti power point, video, serta LKPD. Penggunaan media PowerPoint dan video dalam pembelajaran ternyata belum mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa secara signifikan. Siswa cenderung pasif dan kurang terlibat aktif dalam proses pembelajaran. Selain itu, hasil belajar siswa pada mata pelajaran tertentu masih di bawah standar yang diharapkan. Kondisi ini mendorong perlunya inovasi dalam metode pembelajaran untuk menciptakan suasana belajar yang lebih menarik dan efektif.
- TANTANGAN YANG DIHADAPI
Dalam penerapan PRESISI (Presentasi Interaktif Solusi Inonatif Siswa Aktif) tentu saja memiliki beberapa tantangan Berdasarkan hasil wawancara dengan peserta didik dan kegiatan refleksi pembelajaran dapat disimpulkan tantangan yang dihadapi adalah sebagai berikut:
- Siswa belum terbiasa dengan metode pembelajaran interaktif yang menuntut keaktifan dan kolaborasi.
- Peserta didik menganggap bahwa media pembelajaran yang berupa power point masih dianggap kurang menarik karena mereka hanya menyaksikan tampilan gambar dan tulisan di power point.
- Peserta didik belum memahami secara utuh materi pembelajaran yang diberikan karena menganggap kurang bermakna.
- Guru perlu beradaptasi dengan penggunaan platform Wayground dan merancang presentasi interaktif yang menarik dan relevan dengan materi pembelajaran.
- Siswa perlu beradaptasi dalam penggunaan gawai seperti chromebook terlebih dahulu.
- Ketersediaan internet yang memadai untuk memperlanjar kegiatan pembelajaran dengan presentasi interaktif.
- Kesiapan guru dalam menyiapkan media yang lebih menarik juga menjadi kendala, yaitu terkait manajemen waktu. Adanya banyak tugas tambahan yang dimiliki selain mengajar membuat guru kesulitan menyiapkan media.
- Pengelolaan kelas yang efektif diperlukan untuk memastikan semua siswa terlibat aktif dalam kegiatan presentasi interaktif.
- AKSI YATA
Untuk mengatasi tantangan yang ada maka langkah-langkah aksi nyata yang dilaksanakan adalah sebagai berikut:
- Mengikuti pelatihan secara online terkait pembuatan presntasi interaktif dengan wayground yang dulunya bernama quizizz. Sehingga lebih mudah dalam pembuatan medianya dan lebih memahami saat mendampingi anak-anak dalam pelaksanaannya.
- Melatih anak-anak untuk terbiasa menggunakan chroembook, sehingga saat menggunakannya dalam presentasi interaktif tidak terkendala. Hal ini juga akan membantu siswa mempersiapkan diri mengikuti ANBK, Dimana mereka tidak akan kaget lagi saat menggunakannya di ANBK.
- Membuat presentasi interaktif. Tentu saja sebelum penerapan PRESISI di kelas, sebagai guru perlu terlebih dahulu menyiapkan presentasinya dengan menggunakan presentasi interaktif pada platform wayground.
- Mempersiapkan sarana dan prasarana di kelas, seperti chromebook, LCD proyektor, laptod, dan lain sebagainya.
- Implementasi pembelajaran dengan PRESISI:
- Kegiatana pembelajaran diawali dengan menyapa siswa, presensi, berdoa, mengembalikan emosis siswa dalm kondisi siap belajar dengancara teknik STOP, menyanyikan lagu kebangsaan, serta pemberian ice breaking
- Mengawali pembelajaran dengan mengaitkan pembelajaran sebelumnya, memberikan pertanyaan pemantik, serta apersepsi
- Pada kegiatan inti siswa telah terbagi dalam 4 kelompok dengan jumlah masing-masing kelompok 6 orang, setiap kelompok diberikan fasilitas 2 chromebook. Sehingga 1 chromebook dapat digunakan untuk 3 orang.
- Guru memberikan kode akses kepada siswa, setalah semua kelompok dapat join presentasi interaktif dimulai. Siswa dapat melihat tampilan presentasi pada layar chromebooknya masing-masing atau layar proyektor. Setelah mendiskusikan beberapa slide topik, diberikan pertanyaan. Pada praktiknya di kelas, adanya soal-soal ini membuat siswa fokus dalam pembelajaran dan semangat untuk menjawab karena berkompetisi dengan kelompok lain. Dan hasil jawaban mereka akan langung tampil di layar dan memuat kelompok terbaik sepanjang proses pembelajaran. Hal ini membuat siswa semangat dan aktif dalam menjawab
- Selain menjawab langsung pada chromebook, pertanyaan diskusi juga dapat diberikan secara langsung kepada siswa untuk memancing keaktifan siswa dikelas.
- Dalam presentasi interaktif selain pertanyaan pilihan ganda dan esai biasa, pertanyaan juga dapat ditanmpilkan pada video interaktif. Jika biasanya saat guru menampilkan video di kelas, murid sering lain-lain dan tidak memperhatikan video, sedangkan pada video interaktif ini akan diberikan pertanyaan ditengah-tengah tayangan video, yang membuat siswa tetap fokus memahami video agar mampu menjawab pertanyaan.
- Setelah selesai dengan wayground presentasi interaktif dilanjutkan dengan pembuatan karya berupa peta konsep terkait materi pembelajaran yang dibahas. Guru memberikan pendampingan dalam pembuatan peta konsep. Kemudian peta konsep tersebut dipresentasikan di depan kelompok yang lain. Guru berperan sebagai fasilitator yang membimbing siswa dalam proses pembelajaran. Guru juga melakukan monitoring untuk memastikan semua siswa terlibat aktif dan memahami materi yang disampaikan.
- Pada kegiatan penutup peserta didik diminta menyimpulkan proses pembelajaran yang dilalui dan melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang dilakukan. Peserta didik diberikan pre test diakhir pertemuan.
- Menganalisis hasil refleksi peserta didik dan hasil asesmen kognitif yang dilaksanakan selama proses pembelajaran. Kegiatan ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui kekuatan dan kelemahan selama proses pembelajaran dan bagaimana perasaan peserta didik mengikuti pembelajaran yang dapat menjadi perbaikan proses pembelajaran berikutnya
- REFLEKSI
Setelah melaksanakan PRESISI, diperoleh hasil dan dampak positif sebagai berikut:
- Peningkatan Motivasi Belajar Siswa: Siswa menunjukkan antusiasme dan motivasi yang lebih tinggi dalam mengikuti pembelajaran. Mereka lebih aktif bertanya, berpendapat, dan berkolaborasi dengan teman-temannya.
- Peningkatan Hasil Belajar Siswa: Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini terlihat dari nilai ulangan harian dan tugas-tugas yang dikerjakan siswa.
- Pengembangan Keterampilan Abad ke-21: PRESISI membantu siswa mengembangkan keterampilan abad ke-21 seperti berpikir kritis, kreatif, kolaborasi, dan komunikasi.
- Suasana Pembelajaran yang Lebih Menyenangkan: Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan tidak membosankan bagi siswa. Mereka merasa lebih termotivasi untuk belajar dan meraih prestasi yang lebih baik.
Berdasarkan refleksi tersebut, PRESISI terbukti efektif dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa di SD Negeri 1 Kesiut. Praktik baik ini dapat direplikasi dan diadaptasi oleh sekolah lain dengan memperhatikan konteks dan kebutuhan masing-masing.
Terkait dengan penerapan pembelajaran mendalam, PRESISI memiliki keterkaitan yang sangat erat. Berikut adalah beberapa kaitan antara pelaksanaan pembelajaran mendalam dengan pemanfaatan presentasi interaktif:
- Mendorong Partisipasi Aktif Siswa: Presentasi interaktif dirancang untuk melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran. Fitur-fitur seperti kuis, survei, diskusi, dan gamememungkinkan siswa untuk berinteraksi langsung dengan materi pembelajaran. Hal ini sesuai dengan prinsip pembelajaran mendalam yang menekankan pada partisipasi aktif siswa dalam membangun pemahaman mereka sendiri.
- Memfasilitasi Pemahaman Konsep yang Mendalam: Presentasi interaktif dapat digunakan untuk menyajikan konsep-konsep kompleks secara visual dan interaktif. Dengan menggunakan animasi, video, dan simulasi, siswa dapat lebih mudah memahami konsep-konsep abstrak. Selain itu, presentasi interaktif juga dapat menyediakan umpan balik langsung kepada siswa, sehingga mereka dapat mengetahui sejauh mana pemahaman mereka tentang materi pembelajaran.
- Meningkatkan Relevansi Pembelajaran: Pembelajaran mendalam menekankan pada relevansi materi pembelajaran dengan kehidupan nyata siswa. Presentasi interaktif dapat digunakan untuk menghubungkan konsep-konsep abstrak dengan contoh-contoh konkret dari kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat melihat bagaimana materi pembelajaran relevan dengan kehidupan mereka dan termotivasi untuk belajar lebih lanjut.
- Mengembangkan Keterampilan Berpikir Kritis dan Kreatif: Presentasi interaktif dapat dirancang untuk mendorong siswa berpikir kritis dan kreatif. Misalnya, siswa dapat diberikan studi kasus atau masalah yang kompleks dan diminta untuk mencari solusi menggunakan informasi yang terdapat dalam presentasi. Selain itu, presentasi interaktif juga dapat digunakan untuk memfasilitasi kegiatan brainstormingdan kolaborasi antar siswa.
- Personalisasi Pembelajaran: Presentasi interaktif memungkinkan guru untuk mempersonalisasi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan minat siswa. Guru dapat membuat presentasi yang berbeda untuk kelompok siswa yang berbeda, atau memberikan pilihan kepada siswa untuk memilih topik atau aktivitas yang ingin mereka pelajari. Dengan demikian, siswa dapat belajar dengan cara yang paling sesuai dengan gaya belajar mereka.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Artikel Lainnya :
- Tingkatkan Motivasi dan Hasil Belajar Murid dengan Puzpa Bersemi
- Pendidikan Sebagai Investasi Jangka Panjang
- Apa Itu Pemanasan Global
- Keuntungan dan Manfaat menggunakan e-Learning bagi Guru dan Siswa
- Tujuan & Manfaat Website bagi Sekolah
Kembali ke Atas


